Waktu kelas 11
dahulu aku pernah membaca buku The
Secret karangan Rhonda Byrne. Intisari dari buku tersebut aku rasa
adalah
Apa yang kamu pikirkan adalah hal yang akan kamu alami
Yup. Setelah satu
tahun ini aku mengamati segala kejadian yang telah terjadi dalam hidupku, aku
setuju dengan hal itu. Aku rasa hal tersebut hampir sama dengan ungkapan bahwa
"perkataan adalah doa" yang maksud dari ungkapan itu kurang lebih
kita harus selalu berhati-hati dalam berkata. Namun, saat ini hal yang aku tangkap
setelah membaca buku The
Secret itu adalah ketika kita berkata, otomatis apa yang kita katakan
ini telah "terpikirkan" dalam pikiran dan benak kita. Jadi, memang
benar ada korelasi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan (attitude) dengan
hal apa yang akan terjadi dengan diri kita.
Dalam agama pun juga
telah diajarkan untuk selalu berdoa.
Surah Al-Baqarah ayat 186
Artinya: "Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya
Aku sangat dekat (kepada mereka). Aku perkenankan doa orang-orang yang mendoa
apabila ia memohon (mendoa) kepada-Ku. Sebab itu, hendaklah mereka memenuhi
(seruan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka
mendapat petunjuk."
Dengan berdoa kepada
Allah SWT kita selalu terfokus pada tujuan, pada hal apa yang kita inginkan
dalam hidup ini. Selain berdoa merupakan bentuk penghambaan diri pada Allah SWT
dan sarana mendekatkan diri pada-Nya, secara psikis doa akan membuka tabir
potensi yang selama ini tidak pernah kita sadari. Dengan cara inilah Allah
membantu kita. Dengan terbukanya tabir potensi itu, kita akan melihat banyak
kemudahan di depan mata. Mata kita menjadi jeli melihat peluang yang bisa kita
manfaatkan untuk mengejar harapan dan mengatasi masalah yang menjadi beban
hidup kita. Cita-cita sebesar apa pun, kita akan berani dan semangat
mengejarnya; dan masalah sebesar apa pun, kita tidak akan ragu atau bimbang
menyelesaikannya.
Dalam buku The Secret itu dijelaskan bahwa ketika
kita memikirkan sesuatu kita mengirim semacam gelombang elektromagnetik ke alam
semesta dengan frekuensi yang sama dengan apa yang kita pikirkan. Alam semesta
pun akan mengirim “sinyal balasan” pada diri kita dengan frekuensi yang sama
seperti yang kita kirimkan berkali-kali lipat jumlahnya. Maka hal itu lah yang
akan “menimpa” dirimu.
Dalam agama pun kita
diajarkan untuk selalu bersyukur.
“Bersyukurlah padaKu, niscaya akan kutambah
nikmatKu padamu.”
Do you get the
point? J Yup, berhubungan
bukan?
Ketika berdoa kita
memikikirkan tentang apa yang kita inginkan sehingga membantu kita fokus pada
tujuan. Fokus pada tujuan hidup adalah kunci sukses hidup kita. Kita semua
pasti memiliki tujuan hidup bukan? Hanya saja, tak semua orang fokus
memperjuangkan tujuan hidupnya. Mmm.. jangan bicara tentang fokus dulu deh.
Ingat saja dulu, kira-kira setiap hari kita ingat tidak dengan tujuan hidup kita?
Untuk menyegarkan
ingatan kita tentang tujuan hidup doa bisa membantu. Sehari-semalam, kita
memiliki kesempatan berdoa sangat banyak. Setelah shalat fardhu, saat keluar
rumah menuju sekolah, kampus, atau kantor, sebelum dan sesudah tidur, dan lain
sebagainya. Saat kita sedang berdoa, saat itu pula kita sedang merefresh tujuan hidup kita, impian-impian
kita. Dalam doa, kita mengingat-ingat kembali impian dan cita-cita kita.
Singkatnya, dengan berdoa kita membantu pikiran kita untuk fokus pada impian kita.
Setelah pikiran kita
terfokus pada tujuan dan impian yang ingin diraih, akan timbul rasa semangat
dan optimis. Dalam kegiatan sehari-hari pun apa yang kita lakukan akan terarah
dan terorganisir demi mencapai apa yang kita inginkan (attitude), dan semoga
pada masanya nanti di waktu dan suasana yang tepat apa yang kita inginkan itu
terjadi dalam hidup kita. Amin.
Ada ungkapan pula
yang mengatakan hati-hati jika membenci seseorang karena bisa saja kau jatuh
cinta padanya (hanya berlaku untuk cowok pada cewek atau sebaliknya ya :p). Aku
rasa ini juga berkaitan dengan “Apa yang kamu pikirkan adalah hal yang akan
kamu alami”. Secara tak langsung jika kita membenci seseorang alam bawah
sadar kita selalu memikirannya. Benak kita secara tak sadar akan selalu
terfokus pada kejelekan maupun kelebihan dirinya apalagi jika kita membencinya
dengan sangat. Hmm.. namanya juga perasaan kan... Akhirnya bisa luluh juga (?).
Oke contoh yang satu ini agak absurd. Rasanya sulit untuk menjelaskannya dalam
tulisan. Namun, if you know what I mean.. Alhamdulillah deh.
Maka dari itu, kita
semua harus selalu berpikiran positif dan senantiasa berdoa pada Allah SWT.
Selain mendapat “semangat hidup” kita juga lebih mendekatkan diri pada Allah
SWT. Jangan pernah bosan berdoa. Karena, doa yang kita panjatkan pada Allah SWT
akan selalu membawa kebaikan. Apa saja kebaikan itu? Setidaknya ada 5 hal yang
akan diterima oleh orang yang berdoa, yaitu:
1)
Allah segera mengabulkan doa orang tersebut sehingga ia
mendapatkan apa yang diminta
2)
Allah mengganti permintaan orang itu dan memberinya keselamatan
dari bencana
3)
Allah menjawab permintaan itu dengan ganti yang lebih baik
4)
Allah menunda pengabulan doa orang itu hingga waktu yang tepat
5)
Allah menunda pengabulan doa orang itu sampai ajal menjemputnya.
Doanya menjadi simpanan di akhirat.
*\(^o^)/*
Mungkin dalam buku The Secret tidak dijelaskan seperti ini.
Aku hanya mengambil intisari dari buku tersebut dan mengaitkannya dengan
tradisi (kepercayaan) serta perintah agamaku, Islam, untuk selalu berdoa, dan
ya.. Aku rasa aku menemukan kebenaran serta hubungan dari semua itu :) The
consclusion : Just like the Third Newton Law. F aksi = F reaksi. Dan aku hanya
ingin berbagi tentang pemikiranku ini. Maaf jika ada pihak yang kurang berkenan
dan semoga tulisan ini bermanfaat. Auf wiedersehen! :D


wah, secara ga langsung ternyata berdoa membantu kita fokus sama tujuan ya ternyata... baru tauu :")
BalasHapus