Just Like the Third Newton Law (F.action = F.reaction)

Waktu kelas 11 dahulu aku pernah membaca buku The Secret karangan Rhonda Byrne. Intisari dari buku tersebut aku rasa adalah

Apa yang kamu pikirkan adalah hal yang akan kamu alami

Yup. Setelah satu tahun ini aku mengamati segala kejadian yang telah terjadi dalam hidupku, aku setuju dengan hal itu. Aku rasa hal tersebut hampir sama dengan ungkapan bahwa "perkataan adalah doa" yang maksud dari ungkapan itu kurang lebih kita harus selalu berhati-hati dalam berkata. Namun, saat ini hal yang aku tangkap setelah membaca buku The Secret itu adalah ketika kita berkata, otomatis apa yang kita katakan ini telah "terpikirkan" dalam pikiran dan benak kita. Jadi, memang benar ada korelasi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan (attitude) dengan hal apa yang akan terjadi dengan diri kita.

Dalam agama pun juga telah diajarkan untuk selalu berdoa.
Surah Al-Baqarah ayat 186


Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat (kepada mereka). Aku perkenankan doa orang-orang yang mendoa apabila ia memohon (mendoa) kepada-Ku. Sebab itu, hendaklah mereka memenuhi (seruan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk."

Dengan berdoa kepada Allah SWT kita selalu terfokus pada tujuan, pada hal apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Selain berdoa merupakan bentuk penghambaan diri pada Allah SWT dan sarana mendekatkan diri pada-Nya, secara psikis doa akan membuka tabir potensi yang selama ini tidak pernah kita sadari. Dengan cara inilah Allah membantu kita. Dengan terbukanya tabir potensi itu, kita akan melihat banyak kemudahan di depan mata. Mata kita menjadi jeli melihat peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mengejar harapan dan mengatasi masalah yang menjadi beban hidup kita. Cita-cita sebesar apa pun, kita akan berani dan semangat mengejarnya; dan masalah sebesar apa pun, kita tidak akan ragu atau bimbang menyelesaikannya.

Dalam buku The Secret itu dijelaskan bahwa ketika kita memikirkan sesuatu kita mengirim semacam gelombang elektromagnetik ke alam semesta dengan frekuensi yang sama dengan apa yang kita pikirkan. Alam semesta pun akan mengirim “sinyal balasan” pada diri kita dengan frekuensi yang sama seperti yang kita kirimkan berkali-kali lipat jumlahnya. Maka hal itu lah yang akan “menimpa” dirimu.

Dalam agama pun kita diajarkan untuk selalu bersyukur.
Bersyukurlah padaKu, niscaya akan kutambah nikmatKu padamu.
Do you get the point? J Yup, berhubungan bukan?

Ketika berdoa kita memikikirkan tentang apa yang kita inginkan sehingga membantu kita fokus pada tujuan. Fokus pada tujuan hidup adalah kunci sukses hidup kita. Kita semua pasti memiliki tujuan hidup bukan? Hanya saja, tak semua orang fokus memperjuangkan tujuan hidupnya. Mmm.. jangan bicara tentang fokus dulu deh. Ingat saja dulu, kira-kira setiap hari kita ingat tidak dengan tujuan hidup kita?

Untuk menyegarkan ingatan kita tentang tujuan hidup doa bisa membantu. Sehari-semalam, kita memiliki kesempatan berdoa sangat banyak. Setelah shalat fardhu, saat keluar rumah menuju sekolah, kampus, atau kantor, sebelum dan sesudah tidur, dan lain sebagainya. Saat kita sedang berdoa, saat itu pula kita sedang merefresh tujuan hidup kita, impian-impian kita. Dalam doa, kita mengingat-ingat kembali impian dan cita-cita kita. Singkatnya, dengan berdoa kita membantu pikiran kita untuk fokus pada impian kita.
Setelah pikiran kita terfokus pada tujuan dan impian yang ingin diraih, akan timbul rasa semangat dan optimis. Dalam kegiatan sehari-hari pun apa yang kita lakukan akan terarah dan terorganisir demi mencapai apa yang kita inginkan (attitude), dan semoga pada masanya nanti di waktu dan suasana yang tepat apa yang kita inginkan itu terjadi dalam hidup kita. Amin.

Ada ungkapan pula yang mengatakan hati-hati jika membenci seseorang karena bisa saja kau jatuh cinta padanya (hanya berlaku untuk cowok pada cewek atau sebaliknya ya :p). Aku rasa ini juga berkaitan dengan “Apa yang kamu pikirkan adalah hal yang akan kamu alami”. Secara tak langsung jika kita membenci seseorang alam bawah sadar kita selalu memikirannya. Benak kita secara tak sadar akan selalu terfokus pada kejelekan maupun kelebihan dirinya apalagi jika kita membencinya dengan sangat. Hmm.. namanya juga perasaan kan... Akhirnya bisa luluh juga (?). Oke contoh yang satu ini agak absurd. Rasanya sulit untuk menjelaskannya dalam tulisan. Namun, if you know what I mean.. Alhamdulillah deh.

Maka dari itu, kita semua harus selalu berpikiran positif dan senantiasa berdoa pada Allah SWT. Selain mendapat “semangat hidup” kita juga lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Jangan pernah bosan berdoa. Karena, doa yang kita panjatkan pada Allah SWT akan selalu membawa kebaikan. Apa saja kebaikan itu? Setidaknya ada 5 hal yang akan diterima oleh orang yang berdoa, yaitu:
1)  Allah segera mengabulkan doa orang tersebut sehingga ia mendapatkan apa yang diminta
2) Allah mengganti permintaan orang itu dan memberinya keselamatan dari bencana
3) Allah menjawab permintaan itu dengan ganti yang lebih baik
4) Allah menunda pengabulan doa orang itu hingga waktu yang tepat
5) Allah menunda pengabulan doa orang itu sampai ajal menjemputnya. Doanya menjadi simpanan di akhirat.
*\(^o^)/*

Mungkin dalam buku The Secret tidak dijelaskan seperti ini. Aku hanya mengambil intisari dari buku tersebut dan mengaitkannya dengan tradisi (kepercayaan) serta perintah agamaku, Islam, untuk selalu berdoa, dan ya.. Aku rasa aku menemukan kebenaran serta hubungan dari semua itu :) The consclusion : Just like the Third Newton Law. F aksi = F reaksi. Dan aku hanya ingin berbagi tentang pemikiranku ini. Maaf jika ada pihak yang kurang berkenan dan semoga tulisan ini bermanfaat. Auf wiedersehen! :D








1 other thoughts:

  1. wah, secara ga langsung ternyata berdoa membantu kita fokus sama tujuan ya ternyata... baru tauu :")

    BalasHapus

 

InstagramSlide

Twitter Updates

Meet The Author

:)